Others

5 Cara Mengetahui Usia Kehamilan Yang Bisa Anda Coba

5 Cara Mengetahui Usia Kehamilan Yang Bisa Anda Coba

Untuk mengetahui usia kehamilan biasanya dilihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan oleh tubuh atau yang dikenal sebagai tanda kehamilan. Adapun tanda kehamilan yang paling umum terjadi pada wanita adalah periode menstruasi yang terlambat. Nah, dari situlah baru bisa dihitung usia kehamilan.

Selain dengan melihat secara fisik, usia kehamilan ini juga bisa diketahui dengan cara lainnya. Terlebih di jaman yang serba canggih seperti sekarang ini, ada berbagai alat atau aplikasi yang bisa digunakan dengan mudah untuk mengetahui usia kehamilan.

Oleh karena itu, dalam artikel kali ini akan memberikan informasi tentang cara menghitung usia kehamilan sebagai berikut ini :

1. Menggunakan Alat Ultrasound

Wanita yang memiliki siklus menstruasi yang tidak teratur, maka bisa coba menghitung usia kehamilan dengan pemeriksaan USG. Namun perlu diingat, janin baru bisa diukur setelah 5-6 minggu periode menstruasi terakhir.

Perlu diketahui bahwa mengukur bayi menggunakan ultrasonografi ini paling akurat pada awal kehamilan, dan kurang akurat di akhir kehamilan. Maka dari itu, disarankan anda untuk melakukan pemeriksaan pada rentang waktu yang baik, yakni pada usia kehamilan antara 8-18 minggu.

2. Menggunakan Perhitungan Sederhana

Jika anda termasuk dalam kategori wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur, dan terkadang lebih lama dari siklus menstruasi rata-rata 28 hari. Maka, anda bisa menghitung usia kehamilan dengan menggunakan beberapa perhitungan sederhana.

Perlu diketahui bahwa paruh kedua siklus menstruasi berlangsung selama 14 hari. Ini merupakan rentang waktu dari ovulasi ke periode menstruasi selanjutnya. Misalnya siklus anda 35 hari, maka mungkin anda akan mengalami ovulasi pada hari ke-21.

Apabila sudah mendapatkan gambaran umumnya, maka anda sudah dapat menghitung tanggal kelahiran bayi.

Misalnya, jika siklus menstruasi biasanya 35 hari dan hari pertama haid terakhir adalah 2 Januari, maka tambahkan 21 hari untuk memperkirakan ovulasi, sehingga didapati tanggal 23 Januari.

Setelah itu, kurangi 14 hari untuk menemukan tanggal (HPHT), hasilnya adalah 9 Januari. Nah, dari tanggak 9 Januari ini, anda dapat langsung menyesuaikan dengan usia kehamilan di trimester 1,2, dan 3.

3. Secara Fisik

Cara lainnya yang bisa anda lakukan untuk mengetahui usia kehamilan adalah dengan memeriksa secara fisik. Perlu diketahui bahwa selama pemeriksaan panggul, rahim bisa dirasakan melewati tulang vagina sekitar 12 minggu dari periode menstruasi terakhir dan di umblilikus (pusar) sekitar 20 minggu. Kemudian biasanya rahim naik di atas pusar sekitar satu sentimeter seminggu setelahnya.

Namun, pemeriksaan fisik ini tidak selalu akurat, karena bisa disebabkan berbagai faktor, seperti obesitas, adanya tumor pada rahim, hamil kembar, dan lain sebagainya.

4. Menggunakan Alat Scan

Anda bisa mengetahui usia kehamilan dengan menggunakan alat scan ini, terutama bagi anda yang tidak mengetahui HPHT nya.

Adapun metode alat scan ini didasarkan pada serangkaian pengukuran kantung kehamilan pada kehamilan yang sangat awal, dan dari embrio/janin itu sendiri. Misalnya, apabila estimasi trimester pertama dari ultrasound jatuh dalam satu minggu dari perkiraan HPHT, maka cara menghitungnya adalah dengan HPHT bisa dilakukan guna menentukan dua date dan usia kehamilan.

Namun, apabila estimasi ultrasound berbeda lebih dari satu minggu dari perkiraan HPHT, maka cara untuk menghitung usia kehamilan adalah menggunakan ultrasound untuk mengetahuinya.

5. Kalkulator Kehamilan

Anda bisa mengetahui usia kehamilan lebih mudah dan cepat dengan menggunakan aplikasi kalkulator kehamilan. Sekarang ini sudah banyak kalkulator kehamilan yang bisa anda gunakan, salah satunya adalah Alat Hitung Kehamilan Terlengkap. Ini merupakan aplikasi yang akan menghitung usia kehamilan melalui rumus naegele. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur yang cukup menarik.